Are you the publisher? Claim this channel


Embed this content in your HTML

Search



Account: (login)

More Channels


Channel Catalog


Channel Description:

Forum Rakyat Pembela Maruah Negara

| 1 | .... | 146 | 147 | 148 | (Page 149) | 150 | 151 | 152 | .... | 361 |



    KETAPANG - Kemarahan massa hingga membakar markas Kepolisian Sektor Simpang Hulu di Balai Berkuak, Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (17/10/2011), dipicu oleh video porno yang pelakunya diduga anggota polisi dan beberapa gadis Balai Berkuak.

    Ulah oknum polisi itu, dilakukan pada tahun 2009, tetapi video itu menyebar di kalangan warga pada Sabtu (15/10/2011) lalu.

    Camat Simpang Hulu Yulianus, mengatakan, informasi yang dihimpunnya menyebutkan, adegan video porno yang diduga dilakukan oleh oknum polisi bersama beberapa gadis itulah, yang membuat kemarahan warga tak tertahan.

    “Saya sudah meminta warga untuk tidak lagi terpancing isu-isu menyesatkan. Biarlah semuanya ditangani oleh polisi,” kata Yulianus.

    Markas Polsek Polsek Simpang Hulu dibakar massa, Senin (17/10/2011).



    Informasi lain menyebutkan, oknum polisi itu sudah beristri saat adegan yang direkam menggunakan kamera telepon seluler terjadi. Gadis-gadis yang ada dalam rekaman itu ternyata juga tidak dinikahi, sehingga memicu amarah masyarakat.

    Kabid Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar, mengatakan, satu kompi Satuan Brimob sudah berhasil mengendalikan situasi di Balai Berkuak.

    “Polisi berusaha agar masyarakat tenang dan berusaha agar tidak terjadi kerusuhan yang lebih besar,” kata Mukson.




    PAGARALAM - Pose adegan mesum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam Sumatra Selatan tersebar lewat foto-foto dikalangan masyarakat setempat. Diduga diambil di salah satu kamar hotel.

    Menurut warga di Pagaralam, Minggu (16/10), dalam foto tersebut oknum anggota dewan itu terlihat sedang asyik berkencan bersama pasangan wanita sambil berpose bugil di dalam kamar hotel yang diperkirakan saat mereka melaksanakan studi banding di Bali.

    Para oknum diduga anggota dewan itu hanya mengenakan celana dalam saat tengah bercumbu bersama pasangannya yang sudah dalam keadaan bugil, dan terlihat seolah tidak mempedulikan saat diabadikan seseorang dengan menggunakan kamera telepon genggam (HP).

    "Saya pernah melihat foto dan video sejumlah oknum anggota DPRD Pagaralam yang melakukan adegan mesum bersama wanita di dalam kamar hotel," kata Kunialam (28), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Minggu (16/10).

    Menurut dia, peredaran foto dan video tersebut cukup menarik perhatian warga Pagaralam, sehingga penyebarannya cepat dari HP yang dipindahkan melalui bluetooth.

    "Kami mengenali wajah dan ciri anggota dewan tersebut, namun kalau pasangan kencannya diperkirakan berumur di atas 18 tahun yang tidak kami kenal," ujar dia pula.




    SURABAYA - Sungguh terlalu apa yang dilakukan Nursholeh kepada Tabita Meirani Kristanti. Setelah membunuh Tabita karyawati PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), pria asal Wonoayu Sidoarjo, itu masih tega memperkosanya.

    Ya, Tabita diperkosa setelah tak bernyawa lagi. Dan hal itu dilakukan dengan sadar oleh pegawai cleaning service, yang juga satu kantor dengan korban.

    "Saya pelorot celananya. Saya buka bajunya lalu saya setubuhi," kata Sholeh saat memberi kesaksian kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Senin (17/10/2011).

    Dengan tenang Sholeh menceritakan peristiwa tersebut. Bapak satu anak itu memang mengagumi Tabita yang berparas ayu dan berkulit bersih. Tapi Tabita rupanya kurang respek dengan Sholeh. Pria 23 tahun itu mengaku sering dilecehkan gadis 21 tahun itu.

    Saat meminta nomor telepon, dengan entengnya Tabita mengatakan apa level Sholeh dan berapa gajinya kok berani meminta nomor telepon. Di lain waktu Tabita juga melecehkan Sholeh dengan mengatakan bahwa cleaning service saja berani menggodanya.

    "Saya tersinggung karena dia anak baru," tambah Sholeh.

    Tabita memang tercatat sebagai pegawai baru perusahaan emas tersebut. Gadis asal Kanigoro, Blitar itu baru 2 minggu bekerja sedangkan Sholeh sudah setahun bekerja di situ. Karena itu, Sholeh pada Jumat (14/10/2011) membuat rencana.

    Saat sudah berada di lantai 2, langkah Tabita dihentikan Sholeh. Di situ Sholeh mencoba menggoda Tabita dengan meminta nomor telepon. Tapi gadis yang kos di asrama Glory di Jalan Kenjeran itu menolak dan kembali melecehkannya.

    Emosi, Sholeh lalu membekap Tabita dan menyeretnya ke tempat wudhu. Di tempat itu, Sholeh melepaskan bekapannya setelah Tabita meminta maaf.

    "Setelah meminta maaf, dia (Tabita) kembali merendahkan saya. Saya dibilang nggak becus ngurus keluarga-lah, nggak peduli anak-lah. Saya kembali emosi direndahkan seperti itu," lanjut Sholeh.

    Sholeh kembali membekap Tabita dan menyeretnya ke ruang meeting yang sedang sepi karena tak digunakan. Tak hanya membekap, Sholeh mencekik leher Tabita hingga gadis ayu itu tewas. "Saya sempat tertegun setelah dia tewas," terang Sholeh.

    Mungkin karena sangat mengagumi dan tak mampu meraih perhatian Tabita semasa hidup, Sholeh melucuti celana dan baju Tabita lalu memperkosanya. Seusai melakukan perbuatan bejat tersebut, Sholeh menyeret tubuh Tabita ke mushola kantor. Niat untuk membawa keluar dan membuang Tabita sempat tertahan karena ada seorang pegawai lain, Utami yang mengambil tissue.

    Selain itu, ada juga seorang office boy, Sugeng, yang sedang mengepel lantai. Setelah menunggu dan memastikan keadaan sepi, barulah Sholeh membuang tubuh Tabita di lift barang yang hari itu memang sedang tidak digunakan.


    TAJUDIN (dua dari kanan) menunjukkan sebahagian daripada barangan yang dirampas pada sidang akhbar di Kuala Lumpur semalam.





    KUALA LUMPUR – Keghairahan seorang pemilik perniagaan percetakan dan seorang pekerjanya mencetak kad-kad kredit palsu bagi kegunaan sindiket antarabangsa berakhir dengan mereka ditahan dalam serbuan di sebuah kilang di Bandar Puteri, Pelabuhan Klang di sini kelmarin.

    Dalam serbuan pada pukul 6.30 petang itu, polis turut merampas 3,246 keping kad kredit palsu yang siap diproses. Turut dirampas beberapa mesin atau alat yang digunakan untuk memproses kad kredit.

    Sindiket tersebut antara lain memalsukan kad-kad kredit milik City Bank, HSBC Bank, Standard Chartered Bank, American Express, Hua Nan Comercial Bank, China Merchants Bank, Axis Bank dan The Royal Bank of Scotland.

    Jumlah semua rampasan tersebut dianggarkan bernilai lebih RM1 juta.

    Timbalan Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Komersial, Datuk Tajudin Mohd. Isa berkata, dua suspek berusia 44 dan 21 tahun itu menyembunyikan kegiatan mereka dengan berselindung di sebalik syarikat percetakan yang diusahakan secara sah.

    Syarikat percetakan itu telah beroperasi sejak tujuh tahun lalu.

    “Syarikat itu mencetak pelbagai jenis kad seperti kad keahlian kelab, kad institusi pengajian tinggi dan kad-kad syarikat.

    “Namun kerana tamak untuk mendapat untung lebih, tauke syarikat dan seorang pekerjanya turut mengambil tempahan untuk memproses kad-kad kredit palsu,” kata beliau sambil memberitahu kegiatan salah itu dipercayai baru beroperasi lima bulan lalu.

    Kebanyakan ahli sindiket itu membabitkan warga asing.

    “Setiap kad kredit yang siap diproses dijual pada harga serendah RM15 sekeping dan kualiti pada setiap kad menyerupai kad-kad kredit tulen,” kata beliau.





    KOTA BHARU – Kerajaan Pas Kelantan akan mempertimbangkan untuk melaksanakan undang-undang yang lebih berat termasuk hukuman penjara dan sebat bagi kes perceraian tanpa sebab munasabah.

    Pengerusi Jawatankuasa Pembangunan Wanita, Keluarga dan Kesihatan negeri, Wan Ubaidah Omar berkata, pihaknya sedia mempertimbangkan perkara itu bagi mengelakkan peningkatan jumlah perceraian.

    “Kita akan pertimbangkan,” katanya ketika menjawab soalan Hassan Mahmood (Pas-Tawang) pada persidangan Dewan Undangan Negeri (DUN) Kelantan di sini semalam.

    Tanpa menyebut jumlah perceraian di Kelantan, Wan Ubaidah berkata, kadar perceraian di Kelantan sejak 2005 hingga 2010 ialah 14.67 peratus.

    Cadangan Kelantan itu bagaimanapun tidak mendapat sokongan beberapa orang pakar perundangan Islam atas dasar ia dikhuatiri mendatangkan kesan negatif kepada masyarakat.

    Presiden Persatuan Peguam Muslim Malaysia, Datuk Zainul Rijal Abu Bakar menyifatkan cadangan itu tidak sesuai kerana boleh menyebabkan kesan sampingan.


    Kakitangan Jabatan Mufti Perak melupuskan abu pembakaran Al-Quran. Gambar kecil, Pengurus Syarikat Percetakan Saufi, Rahmat Mahdan menunjukkan bongkah abu untuk dilupuskan.





    LUMUT - Abu pembakaran puluhan ribu naskhah al-Quran seberat satu setengah tan yang dibuang ke laut berhampiran Pulau Sembilan di sini, pagi semalam, mempunyai warna kelabu walaupun dibakar yang dianggap pelik dan jauh berbeza berbanding kertas biasa yang menjadi hitam apabila dibakar.

    Kejadian itu disaksikan lebih 30 ahli rombongan diketuai Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria ketika melakukan proses melupuskan abu al-Quran di sekitar perairan pulau berkenaan yang pertama kali dilakukan di kawasan laut dalam.

    Abu al-Quran yang dibakar itu dikumpul Syarikat Percetakan Saufi di Batu 10, Jalan Cheras, Kajang, Selangor, sebelum dihantar ke dermaga Pangkalan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) Lumut pada jam 9.30 pagi semalam menggunakan van milik syarikat berkenaan.

    Sebanyak 170 plastik hitam mengandungi abu itu dipindahkan ke kapal KM Marlin milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) sebelum dibawa ke tengah laut kira-kira 8.2 batu nautika dari pangkalan TLDM.

    Proses memindahkan abu al-Quran itu dilakukan dengan tertib apabila semua plastik seberat lapan kilogram setiap satu itu disusun teratur dengan bantuan anggota APMM.

    Tugas membuang abu al-Quran itu seolah-olah dipermudahkan apabila laut yang mulanya agak berombak tiba-tiba menjadi tenang sebaik petugas terdiri dari pegawai Bahagian Kawalan Penerbitan dan Teks Al-Quran, Kementerian Dalam Negeri (KDN) cawangan Perak, Pegawai Pejabat Mufti dan Majlis Agama Islam Perak memulakan proses membuang abu.


    Pelakon terkenal, Rashidi Ishak menunjukkan ijazah Sarjana Muda Komunikasi yang diterima beliau kepada isterinya, pelakon dan pengacara, Vanida Imran selepas berakhirnya Majlis Konvokesyen Universiti Putra Malaysia ke-35, di kampus universiti itu di Serdang, Selangor.


    PENYANYI Kumpulan OAG, Mohd. Radhi Razali adalah antara senarai pasangan yang bercerai tahun lalu selepas mengambil keputusan untuk berpisah dengan Shazlin Sharif selepas lima tahun berkahwin.






    KUALA LUMPUR – Masalah keruntuhan institusi keluarga Islam di negara ini semakin menjadi-jadi apabila rekod Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) mendapati, sebanyak 28,035 pasangan bercerai sepanjang tahun lalu.

    Statistik itu bermakna, secara purata 77 kes perceraian sehari atau tiga kes bagi setiap jam didaftarkan di Malaysia berbanding 135,548 pasangan yang berkahwin tahun lalu.

    Angka itu mencatatkan peningkatan 144 kes berbanding 27,891 pasangan yang bercerai sepanjang tahun 2009.

    Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Dr. Mashitah Ibrahim ketika dihubungi semalam mengakui, sekali pandang jumlah kes perceraian pasangan Islam cukup tinggi dan membimbangkan.

    Katanya, kebanyakan daripada perceraian itu berlaku selepas pasangan terbabit gagal mencapai persefahaman yang sepatutnya wujud di antara suami isteri.

    Beliau bagaimanapun berpendapat, walaupun kes perceraian ditegah dalam Islam, ada pihak mungkin melihatnya dari perspektif yang berbeza.

    “Sekali pandang bilangan kes perceraian memang tinggi tetapi kita juga perlu melihatnya daripada sudut lebih positif.




    JOHOR BAHRU - "Penderitaan saya hanya Tuhan sahaja yang tahu apa-bila dilayan ibu kandung sedemikian rupa hingga akhirnya dihalau ibu yang selama ini menjadi satu-satunya tempat bergantung harap."

    Demikian kata seorang gadis yang mahu dikenali sebagai Ita, 15, yang mendakwa dianiaya keluarga sendiri sehingga dihalau dari rumah hampir dua minggu lalu.

    Menurutnya, kisah hitam hidupnya bermula apabila dia dirogol bapa tirinya yang mempunyai tiga isteri, ketika isteri ketiganya melahirkan anak di Hospital Sultanah Aminah, di sini.

    Ita berkata, walaupun kejadian itu berlaku kira-kira dua tahun lalu, tetapi ia telah menjadi titik hitam dalam hidupnya yang membuatnya tertekan sehingga kini.

    Menurutnya, sikap ibu yang lebih mempercayai bapa tiri membuatnya terus menjadi mangsa kerakusan lelaki itu ketika berumur 13 tahun.

    “Ketika pertama kali dirogol bapa tiri, saya memberitahu ibu tetapi kecewa kerana ibu langsung tidak mempercayainya, sehinggalah perkara itu berlaku berulang kali dan saya terpaksa melayan nafsu serakahnya.

    “Akhirnya, tembelang bapa tiri terbongkar selepas saya meminta ibu mengintip perbuatannya dan saya bersyukur apabila ibu nekad membuat laporan polis,” katanya kepada wartawan di Pusat Aduan Rakyat (Par), di sini, semalam.

    Ita berkata, namun, harapan untuk membawa bapa tirinya ke muka pengadilan hancur apabila ibunya menarik kembali laporan dengan alasan tidak mahu dua adik tirinya menerima nasib sepertinya membesar tanpa kasih sayang bapa kandung.

    Menurutnya, beberapa bulan hidupnya terumbang-ambing dan terpaksa menumpang teduh serta kasih di rumah ibu saudara kerana dinasihatkan tidak lagi tinggal sebumbung dengan bapa tiri.

    “Ibu mengambil saya tinggal bersamanya kembali selepas saya menyatakan hasrat untuk sambung sekolah, tetapi saya dilayan seperti orang asing di rumah keluarga sendiri.

    “Bapa tiri saya walaupun tidak lagi mengulangi perbuatan terkutuk itu, tetapi dia seboleh-bolehnya melakukan pelbagai helah supaya saya tidak lagi tinggal bersama ibu,” katanya.

    Menurutnya, kesan pen- deritaannya berterusan sehinggalah dia dihalau ibunya sendiri.


    Video yang dikatakan mirip seorang pemimpin pembangkang yang didakwa telah ditayang pada orang ramai.





    KUALA KANGSAR – Dua laporan berasingan dibuat oleh Pakatan Rakyat (PR) mendakwa Kerajaan Negeri menayangkan video seks mirip Anwar Ibrahim pada Majlis Penerangan Perdana di Dewan Jubli Perak, di sini, Sabtu lalu dan dakwaan terhadap Timbalan Menteri Di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Ahmad Maslan mengeluarkan kenyataan berbaur fitnah.

    Laporan berkenaan dibuat di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuala Kangsar pada jam 10.30 pagi dan dihadiri kira-kira 20 ahli parti Pas, PKR dan DAP.

    Ketua Penerangan PKR Negeri, Zulkifly Ibrahim berkata, semasa majlis penerangan berkenaan berlangsung, ada ditayangkan video seks Anwar beberapa kali.

    Menurutnya, pihaknya berpendapat video itu tidak wajar ditayangkan kepada peserta kerana ia belum terbukti kesahihannya dan masih dalam siasatan polis.

    “Kami kecewa kerana video itu terdapat unsur seks dan tidak bermoral tetapi ditayangkan kepada umum.




    SURABAYA - Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menetapkan Hari Raya Idul Adha pada Minggu 6 November 2011. Penetapan 10 Dzulhijjah atau bertepatan Hari Raya Qurban itu menggunakan sistem hisab haqiqi dan ijtima akhir bulan Dzulqa'dah.

    "Berdasar sistem haqiqi dengan markas Tanjung Kodok Lamongan, ijtimah akhir bulan Dzulqaidah 1432 H terjadi pada Kamis 27 Oktober 2011," ujar Sekretaris PWM Jatim, Nadjib Hamid melalui pesan singkat yang diterima, Rabu (19/10/2011).

    Ia menambahkan, bertepatan dengan 29 Dzulqaidah 1432 H, antara pukul 02.56 WIB sampai 02.57 WIB, pada saat matahari terbenam hari itu pukul 17.24'38" WIB.

    "Hilal sudah wujud antara 06 derajat, 45'42,76" sampai dengan 06 derajat 55 menit, sehingga tanggal 1 Dzulhijah 1432 H jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011," tuturnya.

    "Dan 10 Dzulhijah 1432 H atau Idul Adha jatuh pada hari Ahad 6 November 2011," katanya.

    Dengan perhitungan itu, Najib menegaskan, kemungkinan Hari Raya Idul Adha yang ditetapkan Muhammadiyah bersamaan dengan yang ditetapkan pemerintah pada Minggu 6 November 2011.

    "Insya Allah hari raya Idul Adha bareng (bersamaan)," jelas Nadjib.




    MEDAN — Benar Sitepu dan Nurlela Tarigan akhirnya mengakui jenazah Roni sebagai Simon Petrus Sitepu (22), anaknya yang pergi menjadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Saat ini, jenazah Roni yang ternyata memang Simon itu bahkan sudah dibawa pulang untuk dimakamkan.

    Seperti diberitakan, pada Jumat (14/10/2011) siang, seorang TKI bernama Roni meninggal lantaran tertimpa buldoser di Kedah, Malaysia. Jenazahnya tiba di Medan, Selasa (18/10/2011) kemarin. Namun, Benar Sitepu dan Nurlela Tarigan tak mengakui jenazah itu sebagai anaknya. Sebab, anaknya adalah Simon, bukan Roni.

    Simon pergi ke Malaysia via Batam dengan bantuan PT Mataram Jaya sekitar dua setengah tahun lalu. Pada saat masa kontrak kerjanya habis dan permit-nya juga habis, Simon mengikuti program pemutihan dan berganti nama menjadi Roni.

    "Saat pemutihan memang tidak boleh menggunakan nama asli lagi, harus nama baru," kata anggota DPD RI, Parlindungan Purba, setelah berbicara dengan pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Rabu (19/10/2011).

    Sejak saat itu, kata Parlindungan Purba yang juga pemilik PJTKI itu, Roni menjadi TKI ilegal. Roni bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kedah hingga kecelakaan itu terjadi.




    JAKARTA - Pada Rabu (19/10) pukul 09.35 WIB, 11 wakil menteri yang dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disumpah jabatan. Para wakil menteri disumpah langsung oleh Kepala Negara disusul berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Wakil menteri yang diangkat termasuk Wamen Luar Negeri Wardana, Wamen Keuangan Mahendra Siregar, Wamen Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana, dan Wamen BUMN Mahmuddin Yasin. Dalam kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, terdapat 19 wakil menteri [baca: Inilah Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II].

    Menurut Presiden SBY, pengangkatan wakil menteri tertuang dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Dalam pidato di Istana Presiden semalam, SBY mengatakan karena untuk menunjang kinerja kerja, wakil menteri bukan dari kalangan partai politik.




    PONTIANAK - Brigadir RG, anggota Kepolisian Sektor Simpang Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat yang diduga menjadi pelaku video mesum akan diproses pidana terlebih dahulu karena diduga melanggar Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Briptu RG terancam hukuman 15 tahun penjara. "Briptu RG memang awalnya diambilalih oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalbar, tetapi akan diproses pidana terlebih dahulu oleh Direktorat Reserse Umum. Setelah itu, baru diproses dalam sidang disiplin dan kode etik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar, Rabu (19/10/2011).

    Rekaman video mesum yang diduga dilakukan oleh Briptu RG dan beberapa gadis Balai Berkuak, Simpang Hulu pada 2009 itu diketahui oleh masyarakat pada Sabtu lalu. Kemarahan massa memuncak pada Senin lalu hingga akhirnya terjadi pembakaran markas Polsek Simpang Hulu, rumah dinas polsek, dan asrama. Mukson menambahkan, Briptu RG kini ditahan di ruang tahanan Polda Kalbar.




    MERAUKE - Seorang nenek ditemukan sudah tak bernyawa di halaman rumahnya, Merauke, Papua, Selasa (18/10). Diduga korban yang berusia 57 tahun itu diperkosa lebih dahulu sebelum dibunuh oleh pelaku.

    Jasad nenek Santania ditemukan pertama kali oleh suaminya. Moncong Daeng Tinggi terkejut saat mendapati pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam. Ia pun akhirnya masuk melalui pintu rumah belakang.

    Saat membuka pintu, ia terkejut melihat pakaian dalam istrinya berserakan di lantai. Sang istri juga tak di rumah. Moncong Daeng keluar rumah untuk mencari sang istri tercinta yang dinikahinya sejak 30 tahun silam.

    Moncong Daeng menemukan sang istri tergeletak tak bernyawa di halaman rumahnya. Moncong Daeng minta kepolisian mengungkap secepatnya kasus ini dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.




    PEKANBARU - Polres Bengkalis, Riau, masih memburu pelaku penyebar foto syur mirip seorang anggota DPRD Kabupaten Meranti. Di dalam foto tersebut pria tersebut bersama seorang perempuan yang diketahui pegawai honorer salah satu instansi pemerintah.

    “Saat ini kami sudah membentuk tim untuk menyelidiki siapa pelaku penyebar foto tersebut,” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Ahmad Kartiko.

    Dia menjelaskan, pelaku penyebar foto tersebut telah melanggar Pasal 4 jo Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

    “Dia juga menyebarkan pornografi, hukuman sangat berat,” sambung Kartiko.

    Sementara itu, Kartiko mengaku belum memeriksa anggota dewan yang dimaksud.

    “Kalau memeriksa anggota dewan kami perlu izin dari gebernur. Tapi kami belum mengarah ke sana. Kita masih fokuskan siapa pelaku penyebar foto tersebut,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, foto mesum menyebar di kalangan masyakat Meranti. Foto tersebut bahkan ditempel di tembok dan tiang listrik sehingga bisa dilihat masyarakat umum.




    SIMALUNGUN - Teja Edi Lesmana (46), seorang paranormal asal Jalan Menanggai, Dusun Satu, Desa/Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, harus berurusan dengan polisi. Dia dituduh mencabuli salah seorang pasien yang berstatus sebagai mahasiswi.

    Edi ditangkap pada Sabtu lalu sekira pukul 21.00 WIB. Pria yang telah memiliki seorang istri dan empat anak ini ditangkap setelah diadukan oleh orangtua korban yang kini telah mengandung delapan bulan. Saat melancarkan aksinya pelaku diduga terlebih dulu menghipnotis korbannya. Korban, sebut saja Mawar (20), merupakan warga Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun.

    Berdasarkan keterangan keluarga korban di kantor polisi, kasus ini berawal dari perkenalan antara tersangka dengan korban pada Januari 2008 lalu di rumah Masito. Tersangka mengaku sebagai paranormal dan bisa mengobati penyakit. Dari sinilah perkenalan antara tersangka dan korban dimulai dan saat itu tersangka meminta nomor ponsel korban.

    Hubungan komunikasi pun terus berlanjut hingga korban yang masih berstatus mahasiswi semester lima di salah satu sekolah tinggi komunikasi swasta ini menjadi salah satu santri tersangka.

    Rupanya hubungan mereka tidak hanya sebatas antara pasien dan terapis, karena korban dan tersangka menjalin hubungan asmara. Hingga pada Desember 2010 lalu, korban menyerahkan kegadisannya di perkebunan Sawit Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu. Hubungan serupa juga dilakukan di tempat yang sama sebanyak lima kali dengan selang waktu dua pekan sekali.

    Kemudian aksi serupa dilakukan keduanya untuk yang keenam dan ketujuh kali di areal perkebunan sawit Tanjung Garbus, Lubuk Pakam. Selanjutnya kedunya juga melakukan hubungan badan di salah satu losmen di Sibolangit, Deli Serdang. Semua ini dilakukan dengan rentang waktu dua pekan sekali saat korban akan pulang kampung dari kampusnya.

    Keterangan pencabulan ini diakui oleh tersangka Teja Edi Lesmana di Mapolres Serdang Bedagai. Namun dia membantah telah menghipnotis korban. Menurut dia hubungan intim yang mereka lakukan atas dasar saling suka. Bahkan Teja mengaku mereka telah menikah secara gaib di Makkah, Arab Saudi.




    SURABAYA - Entah jurus rayuan maut apa yang dilancarkan Billy Yurela Dwi Cahyo kepada Wulan, Meski hanya berprofesi sebagai tukang parkir, Billy tidak hanya mampu menaklukkan hati siswa kelas 1 SMK itu, namun juga menggauli.

    Tapi Billy rupanya pria yang tak tahu diuntung. Puas melampiaskan nafsunya, pemuda 19 tahun itu juga membawa lari harta benda Wulan seperti uang dan motornya. Setelah dilaporkan, pria yang kos di Jalan Kedung Turi itu diamankan polisi.

    "Kami kenal pada pertengahan September lalu. Dua minggu kemudian kami jadian di Taman Apsari," kata Billy kepada wartawan di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Selasa (18/11/2011).

    Setelah jadian dan mulai berpacaran, Billy mulai memaksa Wulan untuk melayani nafsu birahinya. Kepolosan gadis asal Benowo itu dimanfaatkan Billy agar keinginannya terpenuhi, salah satunya mencekoki Wulan dengan miras dan pil yang memabukkan. Jadilah kehormatan Wulan terenggut pemuda yang kos di Jalan Kedung Turi tersebut.

    "Sembilan kali saya berhubungan. Dua kali di kos dan 7 kali di rumah saya di Lumajang," aku Billy.

    Karena tak punya uang, Billy pun mempunyai rencana jahat. Pemuda tak tahu diuntung itu merampas dan melarikan ponsel dan motor Wulan ke Lumajang. Ponsel itu dijual di Probolinggo sementara motor digadaikan Rp 200 ribu. Billy sendiri tertangkap di Lumajang setelah polisi menerima laporan dari keluarga Wulan.


    MOHD. JIRONI (kiri) dan Ahmad Bakri meraikan kejayaan mereka selepas menerima ijazah pada Majlis Konvokesyen UPM ke-35 di Serdang semalam.




    SERDANG – Kesibukan menjalani latihan dan menyertai pelbagai kejohanan tidak menghalang dua atlet negara untuk memperoleh segenggam ijazah pada Majlis Konvokesyen Universiti Putra Malaysia (UPM) kali ke-35 di sini semalam.

    Bagi pelari jarak sederhana negara, Mohd. Jironi Riduan, 25, kejayaannya memperoleh Ijazah Sarjana Muda dalam jurusan Pendidikan Jasmani adalah bukti kesungguhannya untuk menimba ilmu pelajaran dan dalam masa yang sama aktif bersukan.

    “Walaupun terpaksa menjalani 10 sesi latihan dalam masa seminggu, saya tetap meluangkan masa untuk mengulangkaji pelajaran dan memberi tumpuan sepenuhnya di dalam kelas.

    “Saya juga sering berbincang dengan jurulatih bagi mengatur jadual kuliah supaya tidak bertembung dengan sesi latihan,” katanya ketika ditemui semalam.

    Mohd. Jironi yang membantu skuad negara menggondol dua pingat emas pada Sukan Universiti ASEAN 2010 di Chiang Mai merupakan antara 7,327 graduan yang menerima diploma dan ijazah masing-masing pada majlis konvokesyen universiti itu semalam.

    Sementara itu, kegembiraan serupa turut dikongsi oleh seorang lagi atlet negara, Ahmad Bakri Marfi, 24, yang memperoleh Ijazah Sarjana Muda Pendidikan dalam jurusan Pendidikan Jasmani.




    SHAH ALAM - Kerajaan akan memperkenalkan sistem memperbaharui Lesen Me­mandu Kompeten (CDL) berpandukan tarikh lahir pemegang lesen bermula pertengahan bulan hadapan.

    Menteri Pengangkutan, Datuk Seri Kong Cho Ha berkata, ia bertujuan bagi memudahkan pemandu me­ngi­ngati tarikh untuk mem­per­baharui lesen memandu.

    Selain itu, katanya, ia dapat mengurang kes pemegang lesen tidak aktif, termasuk rayuan bagi memperbaharui lesen memandu yang telah tamat tempoh melebih tiga tahun.

    “Bayaran bagi memperbaharui lesen memandu masih tidak berubah, bagaimanapun penyelarasan fi akan dikecualikan sekiranya tempoh tamat lesen sehingga tarikh lahir antara 12 hingga 18 bulan.

    “Sekiranya tamat lesen sehingga tarikh lahir antara 19 hingga 24 bulan pemegang lesen perlu membayar tempoh lanjutan bagi tempoh yang melebihi enam bulan tetapi kurang daripada 12 bulan,” katanya.

    Cho Ha berkata, bagi kesalahan lewat memperbaharui lesen selepas penyelarasan itu dibuat, syarat fi pembaharuan akan dikenakan mengikut kadar biasa.

    Menurutnya, kadar ini dikenakan selaras di bawah Seksyen 27 Akta Pengangkutan Jalan 1997.

    “Bagi mereka yang ingin menambah kelas lesen memandu, termasuk pembaharuan lesen, tempoh sah lesen akan diselaraskan me­ngikut tarikh lahir mereka.

    “Pemegang lesen yang tarikh lahirnya 29 Februari, tempoh sah dicadangkan 28 Februari, manakala tarikh pembaharuan pada 1 Mac, sekiranya mereka enggan menggunakan tarikh tersebut mereka perlu memperbaharui lesen bagi tempoh empat tahun berdasar tahun lompat,” katanya.


| 1 | .... | 146 | 147 | 148 | (Page 149) | 150 | 151 | 152 | .... | 361 |